Menu Click to open Menus
Home » DESTINASI » Pantai Sadeng Gunungkidul Ternyata Muara Sungai Bengawan Solo Purba

Pantai Sadeng Gunungkidul Ternyata Muara Sungai Bengawan Solo Purba

(707 Views) November 16, 2016 6:54 am | Published by | No comment

Pantai Sadeng Gunungkidul Ternyata Muara Sungai Bengawan Solo Purba

DutaWisata.Co.Id, Gunungkidul – Pantai Sadeng Gunungkidul Adalah merupakan tujuan obyek wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat yang menawarkan keindahan yang mengagumkan terutama keindahan dan cerita yang dahsyat mengenai lembah yang diyakini masyarakat sekitar sebagai muara dari Sungai Bengawan Solo Purba pada zaman dahulu. Menyaksikan keadaan yang sekarang dan membayangkan kondisi pada masa itu seperti menyaksikan proses evolusi yang maha dahsyat.

Pada zaman dahulu sungai Bengawan Solo mengalir tenang wilyah utara sebagai hulunya hingga bermuara di pantai Sadeng gunung kidul  Yogyakarta. Selanjutnya menurut cerita sekitar 4 juta tahun silam sebuah proses geologi terjadi dimana lempeng Australia menghunjam di bawah pulau Jawa mengakibatkan dataran di pulau Jawa menjadi terangkat. Arus sungai akhirnya tidak bisa melewati hingga akhirnya berbalik ke arah utara. Jalur semula yang akhirnya tinggal jejak yang berupa perbukitan kapur yang menurut penelitian berupa karang yang dulunya berasal dari dalam laut. Kini, bekas aliran sungai Bengawan Solo purba ini menjadi jejak geologi yang sangat berharga.

Dalam perjalanan menuju ke pantai Sadeng ini, anda akan dapat melihat keindahan Telaga Suling, yaitu diyakini sebagai bekas aliran Bengawan Solo Purba. Jalur aliran ini bisa kita lihat setelah sampai di Ibukota kecamatan Girisubo. Berhenti sejenak dipinggir jalan menuju pantai merupakan cara yang tepat untuk menikmati keindahan bekas aliran ini dan sekaligus kita dapat mengabadikannya dengan kamera.

Terlihat dua buah perbukitan kapur memanjang, ditengahnya terdapat sebuah lembah yang semula merupakan jalur aliran dan dasar sungai Bengawan Solo purba. Lembah tersebut sekarang ini dipergunakan untuk bercocok tanam palawija penduduk setempat sepanjang 7 km berkelok ke arah utara hingga wilayah Pracimantoro di kabupaten Wonogiri dan seterusnya dapat kita telusuri terus ke utara hingga ketempat pembalikan aliran sungainya. Muara Bengawan Solo purba berada di pantai sebelah timur dan wilayah itu kini termasuk areal pelabuhan perikanan.

Seperti jalur aliran sungai Bengawan Solo purba yang sekarang ini menjadi ladang penduduk, pantai Sadengpun sekarang ini menjadi pelabuhan perikanan di Yogyakarta yang paling maju yang sering disebut dengan Pangkalan Pendaratan Ikan ( PPI ). Hal ini terbukti dari aktifitas yang terlihat di pelabuhan ini dengan adanya perahu motor ukuran besar, rumah pondokan, terminal pengisian bahan bakar, pelelangan ikan dan koperasi.

Berkeliling di sekitar pelabuhan ini kita akan menikmati aktivitas yang terjadi di pelabuhan seperti sekelompok nelayan membersihkan perahu , membawa ikan dari perahu ke tempat pelelangan ikan, menggiling es batu dan dimasukkan dalam kotak ikan, sampai ibu-ibu yang sedang mengasuh anak di pondokan dapat kita saksikan yang merupakan gambaran dari kesibukan yang menjadi aktivitas di pelabuhan ini.

Berkembangnya pelabuhan di Sadeng menurut cerita sekitar tahun 1983 serombongan nelayan dari Gombong Jawa Tengah berlabuh di pantai ini dan menetap untuk bertahan hidup dari hasil tangkapan laut di pantai ini. Seiring waktu berjalan, hasil tangkapan yang diperoleh oleh nelayan tersebut semakin berlimpah.

Kemajuan terus dicapai dan semakin banyak nelayan yang mengunjungi tempat ini dan sekitar tahun 1986 didirikan tempat pelelangan ikan dan dibangun juga mencusuar untuk mendukung aktivitas perikanan.

Mengunjungi Sadeng bagaikan menyaksikan proses evolusi, dimana kita bisa mengenang bekas aliran sungai Bengawan Solo purba tersebut yang sekarang menjadi ladang yang indah menghijau. Sementara itu muara sungai Bengawan Solo purba yang dulunya merupakan daerah sepi, sekarang ini berubah menjadi daerah yang ramai dan berkembang menjadi pelabuhan perikanan yang terbesar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pantai Sadeng Gunungkidul daerah istimewa yogyakarta

Lokasi

Desa Songbanyu dan Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berjarak sekitar 46 km dari Wonosari dan 80 km dari kota Yogyakarta.

Akses

Akses untuk mencapai pantai Sadeng ini sangat mudah dengan angkutan umum, dari Wonosari dilanjutkan ke arah Semanu kemudian Rongkop. Dari sana letak pantai ini sudah sangat dekat. Jalan menuju kepantai ini melalui bebrapa tikungan tajam dengan kemiringan yang relatif terjal sehingga anda harus lebih berhati-hati bila memakai kendaraan pribadi karena mungkin anda belum hafal medannya.

Fasilitas

Fasilitas yang terdapat di pantai ini cukup memadai karena pantai ini juga merupakan pantai pelabuhan, seperti tempat parkir yang luas, kamar mandi, warung kelontong, warung makan yang menyediakan berbagai masakan serba ikan, kerupuk ikan, ikan panggang dan lain-lain.

Categorised in: ,

No comment for Pantai Sadeng Gunungkidul Ternyata Muara Sungai Bengawan Solo Purba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *