Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Nikmati Wahana Air Di Embung Tegaltirto Kawsan Lava Bantal

embung-tegaltirto_berbah sleman

DutaWisata.Co.Id, Sleman – Embung Tegal Tirto atau yang memiliki nama lain Embung Candirejo ini merupakan sebuah kolam raksasa yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Sleman tepatnya di daerah Berbah. Embung ini di bangun di atas lahan kritis yang tepat berada di tepi aliran Sungai Opak. Pembangunan embung ini bertujuan agar embung ini berfungsi sebagai daerah konservasi air dan dapat memulihkan kondisi lingkungan yang kritis.

Lokasi terdapatnya Embung Tegal Tirto ini adalah beralamatkan di dusun Candirejo, Desa Tegal Tirto, kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Lokasinya berada di dekat Kawasan Wisata Lava BantalBerbah Sleman, dan di samping aliran sungai opak yang berhulu di Gunung Merapi. Untuk menuju embung ini, rute yang paling mudah adalah dari area lava bantal berjalan menyusuri jalur pipa yang ada di dekat jembatan baru hingga tiba di lokasi.

Sebelum ditetapkan sebagai salah satu situs Geoheritage di DIY, lava bantal di Berbah yang terletak di Kali Opak perbatasan Desa Jogotirto dengan Desa Kalitirto Kecamatan Berbah Sleman ini dulunya sering dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Namun kini sampah liar itu sudah berkurang.

Lava bantal memiliki arti penting sebagai konstruksi awal gunung api tua yang terjadi di laut, pra erupsi super. Situs tersebut juga merupakan produk gunung api purba bawah laut. “Saat ini, kondisi di atas lava bantal tidak ada vegetasi, hanya saja tumbuh semak belukar dan sering dijadikan tempat pembuangan sampah liar.

Selain menjadi obyek wisata alam yang unik, Lava Bantal juga seringkali dijadikan obyek penelitian untuk kepentingan studi. Keunikan batuan lava di aliran Sungai Opak itu lantaran terbentuk dari lelehan lava Gunung Merapi yang membeku kontak langsung dengan air dan menyebabkan mineralnya membentuk geometri mirip tumpukan bantal, sehingga masyarakat sering menyebut wisata lava bantal.

Embung Candirejo yang dibangun sejak tahun 2012 ini diresmikan oleh Bupati Sleman, Bapak Sri Purnomo pada tanggal 15 Maret 2014. Dengan luas kurang lebih enam ribu meter persegi dan berlokasi di Dusun Candirejo, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, embung ini dimaksudkan untuk keperluan irigasi 65 hektar sawah di sekitar Kecamatan Berbah.

Sejauh ini embung Candirejo sekadar dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk memancing. Lantas melihat potensi daya tariknya yang tinggi, embung ini juga akan dimanfaatkan sebagai sarana ekowisata dan konservasi air karena letaknya tidak terlalu jauh dari laboratorium alam lava bantal yang merupakan lapisan tanah jawa yang pertama kali terbentuk. Kemudian dikombinasikan pula dengan wisata yang ada di Gunungbangkel yang biasa digunakan sebagai area outbond dan offroad serta potensi wisata budaya seperti seni ketoprak, wayang maupun gejog lesung yang masih terus dilestarikan di Candirejo ini.

Lava bantal memang akan dijadikan sebagai kawasan wisata terpadu. Dimana lava bantal akan menyatu dengan embung Tegaltirto dan Desa Jogotirto. Pembangunan embung yang sempat terhenti pada 2013 yang lalu disebabkan adanya situs lava bantal.

Karena debit air di embung hanya 6 liter perdetik, maka air dari kali opak harus dinaikkan. Tetapi untuk menaikkan air ternyata menabrak situs lava bantal, jadi pembangunan embung sempat terhenti. Namun kini embung tegal tirto sudah dapat anda nikmati keindahannya.

Kedepan, lava bantal akan dijadikan kawasan wisata terpadu yang melibatkan tiga desa, yakni Jogotirto, Kalitirto dan Tegaltirto. Harapannya, setelah jadi kawasan wisata terpadu bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *