Menu Click to open Menus
Home » KULINER » Mendoan Banyumas Heboh , Pemkab Bakal Surati Kemenkumham

Mendoan Banyumas Heboh , Pemkab Bakal Surati Kemenkumham

(883 Views) November 6, 2015 6:50 am | Published by | No comment

Mendoan-Banyumas-Fudji-Wong

DutaWisata.Co.Id, Banyumas – Kelihatannya sepele tapi ini bisa bikin  heboh warga Banyumas, Bagaimana tidak, salah satu panganan khas warga Banyumas yakni Mendoan Banyumas kini jadi hak eksklusif  yang dimiliki Fudji Wong.
Dia mengantongi  hak eksklusif nama mendoan untuk merek produk. Fudji Wong  memegang sertifikat IDM000237714 yang terdaftar di Kemenkumham sejak 23 Februari 2010 sampai 15 Mei 2018. “Ini bukan paten untuk hak cipta, tapi hanya untuk merek produk,” katanya, kemarin.
Fudji Wong mengaku sebagai orang asli Purwokerto. Dengan begitu, dia merasa enteng saja dan meminta soal nama mendoan itu tidak jadi masalah.  Apalagi, dia mengklaim tujuannya mendaftarkan merek mendoan tersebut ialah  agar nama itu tidak lepas atau keluar dari masyarakat Banyumas.
“Daripada nantinya dipatenkan oleh orang dari luar daerah, kan lebih baik dipatenkan oleh orang Banyumas asli. Apalagi kalau nanti ternyata nama mendoan dipatenkan oleh orang Malaysia, maka akan lebih ramai lagi. Lagipula yang dipatenkan nama merek, bukan hak ciptanya,” katanya lagi.
Fudji menjelaskan kronologi dan upayanya dalam mematenkan nama mendoan tersebut sebagai merek. Dia yang merupakan salah satu pengusaha di Banyumas, sebenarnya bukan pengusaha di bidang tempe. Beberapa usaha yang dijalaninya seperti air minum dan salon.
“Dari situ terlintas nama mendoan sudah ada yang mendaftarkan atau belum. Setelah dicek, ternyata belum, jadinya saya daftarkan sekitar tahun 2008,” katanya.
Namun demikian, meskipun sudah terdaftar, merek mendoan tersebut sampai saat ini belum digunakan untuk produk apapun olehnya. “Saya belum menggunakan nama merek itu untuk produk apapun,” katanya.
Fudji menegaskan pematenan merek mendoan tersebut bukan dimaksudkan untuk menggugat produsen-produsen mendoan yang ada di Banyumas. “Tidak ada niatan sampai situ. Lagian selama ini tidak ada gugat-gugatan dari saya atau semacamnya,” tegasnya.
Meski demikian, kabar tersebut sejauh ini sudah cukup menggegerkan masyarakat Banyumas, khususnya di dunia maya. Fudji menegaskan siap mencabut hak eksklusif tersebut jika diminta.
“Itu kan sampai 2018, dan sampai saat ini saya juga belum tahu apakah nanti akan diperpanjang atau tidak,” jelasnya.
Lain di benak Fudji Wong, lain pula di benak Bupati Banyumas Ir Achmad Husein. Bupati yang mengusung tagline lempeng mempeng itu mengatakan, mendoan milik masyarakat Banyumas bukan perorangan.
Meskipun yang diklaim merk mendoan, bukan penemu mendoan, namun hal tersebut akan menimbulkan salah tafsir. Terkait hal tersebut, pemkab akan menyurati kemenkumham dan warga yang bersangkutan.  “Pemkab akan menindak lanjuti, secepatnya akan mengajukan protes dengan melayangkan surat melalui bagian hukum,” ujarnya Rabu (4/11) kemarin.
Diakui Husein, Pemkab memang terlambat dalam mematenkan mendoan yang mengakibatkan nama mendoan sudah menjadi hak paten perorangan. Untuk itu, direncanakan secepatnya mendoan akan dipatenkan. “Agar tidak berlarut-larut secepatnya akan dipatenkan,” tegasnya.
Sebelum mematenkan, lanjut Husein, pihaknya akan berunding dengan warga yang bersangkutan untuk mendapatkan solusi. “Mendoan tidak boleh dipatenkan oleh perorangan, meskipun merk. Sehingga saat dirundingkan diharapkan akan mendapatkan solusi, misal diubah namanya atau seperti apa,” ujarnya.
Langkah yang diambilnya merupakan antisipasi agar  keresahan tidak berlanjut di masyarakat. “Kalau ini sampai menimbulkan keresahan di masyarakat bisa menjadi kasus hukum yang berbeda,” tambahnya.
Saat dimintai tanggapan terkait, proses klaim yang dilakukan secara prosedural dan juga sudah dipublish sebelumnya melalui online dan tidak ada yang melarang, Husein mengatakan hal tersebut tidak bisa menjadi patokan. “Tidak ada yang melarang karena tidak tahu,” katanya.
Terpisahm, Ketua Komisi A DPRD Banyumas Sardi Santoso justru mengatakan tidak masalah jika nama tersebut digunakan untuk merk makanan. Yang menjadi masalah jika dia mengkalaim dirinyalah yang menemukan mendoan. “Tidak apa-apa, toh yang menggunakan orang Banyumas bukan orang di luar Banyumas,” katanya ringan.

Categorised in: ,

No comment for Mendoan Banyumas Heboh , Pemkab Bakal Surati Kemenkumham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *