Watu Amben Pandeyan Nikmati Jogja Dari Ketinggian

Watu Amben Pandeyan Cara Menikmati Jogja Dari Ketinggian

DutaWisata.Co.Id, Bantul – Watu Amben yang berada di kawasan gugusan perbukitan seribu tak jauh dari perbatasan antara Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Jika anda pernah ke kawasan Bukit Bintang, maka Watu Amben ini berada di sebelah selatannya. Sekitar 1 kilometer dari perempatan Patuk, Gunungkidul.

Di sini pengunjung bisa menikmati suasana perbukitan yang alami. Kawasan ini setiap hari selalu penuh dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kedatangan mereka di Watu Amben kebanyakan untuk menikmati pemandangan Yogyakarta dari atas bukit.

Selain itu di Watu Amben juga sudah banyak tersedia warung kecil untuk beristirahat menikmati makanan yang tersedia. Salah satu pemilik warung di Watu Amben, Paijo, mengatakan, kebanyakan wisatawan yang datang berkunjung pada sore hari. Kalau senja kan suasana sangat nyaman, apalagi kalau sudah malam. Gemerlapnya ribuan lampu bisa menambah indahnya kota Gudeg ini,

  • Apa itu Watu Amben Pandeyan?

Watu amben Pandeyan, merupakan tiga kata yang masing-masing memiliki arti; watu sebagai batu, amben berdefinisi balai, ranjang, ataupun dipan, sedang Pandeyan bisa didefinisikan sebagai tempat ‘pande besi’ yaitu proses menempa besi dengan proses memanasinya. Namun kali ini bukan itu yang hendak dipaparkan, pasalnyaWatu amben Pandean di sini adalah sebuah tempat refreshing di wilayah Yogyakarta, yaitu di perbatasan antara kabupaten Bantul dan kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di salah satu puncak perbukitan Seribu.

  • Akses dan Perjalanan

Dari arah Yogyakarta, untuk mencapai tempat wisata alam bernama Watu Amben Pandeyan ini bisa ditempuh searah dengan bukit bintang (Hargodumilah), yaitu melalui jalan raya Wonosari dan lalu sampai menemukan jalan berkelok-kelok serta menanjak.

Apabila Bukit Bintang Hargodumilah berlokasi di seputar gapura perbatasan kabupaten Bantul dan Gunungkidul, yaitu berupa tempat wisata yang biasa difungsikan untuk menikmati view perbukitan seribu serta lembah yang menghampar dari bawah menuju kota Yogyakarta, maka serupa dengannya, Watu Amben juga merupakan tempat wisata dengan fungsi sama dan juga memiliki jalan yang searah.

Dari bukit Bintang kita terus saja jalan menuju perempatan Patuk – Gunungkidul, perempatan yang apabila kita ambil arah ke kiri adalah jalan menuju Gunung Api Purba serta Embung Nglanggeran, maka kita pilih saja jalan arah ke kanan yang menuju ke daerah Terong, kecamatan Dlingo – Bantul.

Jalan berbukit memang harus kita lalui, sehingga beberapa tanjakan pun turunan juga harus kita tempuh. Terus saja menuju selatan hingga mencapai jarak sekira 1,5km dari perempatan Patuk Gunungkidul, maka akan kita temukan spot Watu Amben Pandeyan yang terdapat di sebelah kanan jalan.

  • Asal Nama Watu Amben Pandeyan

Watu amben adalah bahasa Jawa yang jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia bisa menjadi; batu balai, maka berdefinisi sebagai sebuah batu yang bi-a-sa dimanfaatkan sebagai balai ataupun ranjang. Yaitu bisa dan biasa digunakan sebagai tempat duduk ataupun tempat berbaring.

Pada definisi ini, memang ada sejarah yang mencatat bahwa keberadaan watu amben sejatinya dahulu sempat digunakan oleh salah satu tokoh kerajaan sebagai tempat beristirahat. Sedangkan Pandeyan merupakan sebuah nama kampung di sekitarnya.

Watu Amben Pandeyan

  • Lokasi Geografis dan Daya Tariknya

Watu amben Pandeyan memiliki lokasi yang tak luas, namun bukan pula berarti tempat yang kecil pun sempit, pasalnya di tempat ini masih ada beberapa warung-gubug yang telah berdiri. Di watuamben ini kita bisa menikmati pemandangan berupa hamparan lembah, berundak tebing, serta tanah berbukit, sehingga akan ada kesan tersendiri apabila hendak mendokumentasikannya berupa photo. Ditambah lagi akan bisa pula menikmati sunset pada sore hari sambil menikmati jajanan kampung di warung gubug yang berdiri di tempat ini.

Senada dengan di bukit Bintang, bagi sebagian orang, Watu Amben Pandeyanmerupakan tempat wisata yang lebih difungsikan sebagai “spot mampir” melepas lelah, sambil menikmati pemandangan, sehingga bukan merupakan spot utama sebagai tujuan wisata. Artinya tempat ini hanya menjadi pelengkap dari rangkaian wisata di tempat lainnya, apalagi sarana transportasi umum juga masih sangat jarang ditemukan. Akan tetapi tak bisa pula menyepelekan, lantaran bagi yang hobbyphotography, tempat ini tetap memiliki ‘spot hunting,’ sebagai contoh adalah moment sunset pada sore hari ataupun nuansa malam yang cantik saat langit cerah bersinar bulan dan dihiasi kerlap-kerlip bintang. Bukan itu saja, karena masih ada keindahan di bagian bawah juga, yaitu terhamparnya cahaya lampu dari lembah hingga menuju arah pusat kota Jogja.

Dari keterangan yang ada, tempat wisata Watu Amben Pandeyan ini tetap digarap secara serius, hal ini dibuktikan dengan peresmian yang dilakukan oleh pejabat bupati Bantul.

Jika ditilik dari rute perjalanan, memang kitatelah melewati wilayah Patuk – Gunung Kidul, namun spot watu amben Pandeyan ini masuk wilayah kecamatan Piyungan – Bantul, dimana tak jauh ke arah selatan telah masuk daerah Terong yang merupakan wilayah pemerintahan kecamatan Dlingo – Bantul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *