Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu Click to open Menus
Home » NEWS » Suasana Bali Saat Nyepi 2017 Hening Membuat Denpasar Bagai Kota Mati

Suasana Bali Saat Nyepi 2017 Hening Membuat Denpasar Bagai Kota Mati

(354 Views) March 29, 2017 12:01 am | Published by | No comment

DutaWisata.Co.Id, Denpasar – Perayaan Nyepi di Bali yang dimulai sejak Selasa (28/3) pukul 06.00 Wita dan akan berakhir Rabu (29/3) pukul 06.00 Wita membuat daerah pariwisata ini berubah menjadi sepi. Denpasar yang biasanya hiruk-pikuk karena kendaraan bermotor berubah seperti kota mati yang tidak bertuan.

Hampir di seluruh Bali yang berpenduduk sekitar 4,3 juta jiwa dan belasan ribu wisatawan mancanegara di Pulau Dewata, tampak hening dan tanpa polusi karena saat Nyepi umat Hindu melaksanakan ibadah Tapa Brata Penyepian menyambut Tahun Baru Saka 1939. Kecuali rumah sakit, seluruh kantor instansi pemeritah dan swasta tutup saat Nyepi.

Dari pantauan SP, suasana Kota Denpasar hari ini, umat Hindu mengurung diri melaksanakan ibadah Tapa Brata, yakni empat pantangan yang wajib dilaksanakan sekaligus melakukan introspeksi selama 24 jam sejak Selasa pukul 06.00 WITA sebelum matahari terbit hingga Rabu (29/3) pukul 06.00 waktu setempat.

Tapa Brata Penyepian tersebut meliputi amati karya (tidak bekerja dan aktivitas lainnya), amati geni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu atau tanpa hiburan/bersenang-senang).

Kota Denpasar, tempat-tempat wisata, dan pusat perekonomian lainnya di Bali sehari-hari diwarnai kemacetan lalu lintas pun berubah total menjadi sepi dan sunyi bagaikan pulau tanpa penghuni.

Seperti suasana sepi yang terjadi di kawasan Panjaer, Denpasar Selatan yang biasanya padat akan arus lalu lintas yang dilewati warga juga tampak sepi dan hening. Kendati di kawasan ini juga ada penduduk non-Hindu, namun warga ikut menjaga suasana Nyepi sehingga terasa menyatu dengan umat lainnya.

Sepanjang jalan dan gang-gang tampak sepi, kecuali hanya beberapa pecalang (petugas keamanan desa adat) yang berjaga pada ujung gang dan perempatan jalan. Susana Nyepi ini bakal semakin sunyi dan sepi karena pada malam hari, warga bakal tidak menyalakan lampu seperti biasa. Mereka yang diberikan dispensasi adalah Rumah Sakit dan hotel.

Sementara itu, wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Bali, bertepatan dengan umat Hindu melaksanakan Tapa Brata Penyepian, terlihat hanya diperkenankan melakukan aktivitas di dalam kawasan hotel tempat mereka menginap.”Tamu kami hanya beraktivitas di Hotel. Sedangkan keluar dilarang untuk menghormati suasana Nyepi,” ujar Dinda salah seorang karyawan hotel Marscity yang kebetulan saat Nyepi ada 22 kamar hotel terisi tamu.

Kehidupan yang rukun, harmonis, dan berdampingan satu sama lain pada hari yang diistimewakan kali ini sesuai dengan seruan dan kesepakatan bersama Majelis Lintas Agama dan Keagamaan di Provinsi Bali dalam menyukseskan pelaksanaan Hari Suci Nyepi.

“Seruan bersama yang ditandatangani pimpinan majelis-majelis agama dan keagamaan itu diketahui Gubernur Bali, Kapolda Bali, Korem 163/Wirasatya, dan Kepala Kanwil Kementerian Agama,” kata Kasubag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Bali I Komang Giriyasa SE MAg.

Ketua Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Provinsi Bali Jero Gede Suwena Putus Upadesa mengatakan hanya di Bali kegiatan ritual dan keagamaan sampai menutupa bandar udara internasional yang tidak pernah terjadi di belahan negara mana pun. “Nyepi kali ini merupakan ke-18 kali menutup sementara Bandara Ngurah Rai dan seluruh pintu masuk ke Pulau Dewata sejak tahun 1999,” katanya

Categorised in:

No comment for Suasana Bali Saat Nyepi 2017 Hening Membuat Denpasar Bagai Kota Mati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *