Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu Click to open Menus
Home » AGENDA » PHRI Yogyakarta Gelar Fashion Show di Puncak Khayangan Surocolo Bantul

PHRI Yogyakarta Gelar Fashion Show di Puncak Khayangan Surocolo Bantul

(378 Views) February 21, 2017 11:40 am | Published by | No comment

DutaWisata.Co.Id, Bantul – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta menggelar fashion show busana batik klasik karya Margaria Batik pada HUT ke 48 PHRI di Puncak Khayangan Surocolo, Pundong, Bantul. Selain untuk memenuhi amanat Gubernur, fashion show digelar untuk mengapresiasi pekerja hotel.

“Fashion show ini kami gelar untuk memenuhi amanat Gubernur. Beliau berpesan agar Yogyakarta tidak hanya dijadikan kota pariwisata, tapi juga kota budaya dan pendidikan. Batik ini kan ikon budaya Yogyakarta,” ujar Ketua PHRI DIY, KRHT Drs H Istidjab M. Danunagoro MM, Sabtu (18/02/2017).

Tak hanya untuk mewujudkan amanat Gubernur, Istidjab juga memberi kesempatan bagi para General Manager dari 30 hotel di Yogyakarta untuk unjuk gigi di acara fashion show. Baginya, kesempatan yang diberikannya pada para pekerja hotel untuk mengikuti fashion show adalah bentuk apresiasi kepada mereka.

“Mereka sudah sehari-hari bekerja keras mengurusi hotel dan wisatawan, ini saatnya bagi mereka refreshing sekaligus unjuk gigi, bahwa mereka pun juga bisa menjadi model yang jalan di catwalk,” papar Istidjab.

Tak tanggung-tanggung, acara fashion show bertema ‘Going to Classic’ yang disponsori oleh Margaria Batik dan asesoris dari HS Silver tersebut juga memberi pengalaman berharga untuk penduduk sekitar Puncak Khayangan. Pasalnya, banyak dari mereka yang belum pernah menyaksikan fashion show.

Puncak Kayangan Surocolo

Puncak Kayangan Surocolo Berada Ditengah lahan perbukitan wilayah Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, kawasan selatan Kabupaten Bantul, ternyata menyimpan destinasi wisata yang sangat istimewa. Tempat itu bernama puncak Kayangan Surocolo, sebuah puncak bukit yang berada Padukuhan Ngreco ini menyimpan pemandangan bak surga yang tersembunyi.

Keberadaannya kini sudah mulai dikenal oleh kalangan peminat wisata alam yang datang khususnya pada waktu menjelang petang. Pasalnya, dari puncak Kayangan ini dapat terlihat pemandangan pantai dan laut yang membentang di sisi selatan. Dari atas bukit ini, wisatawan juga bisa menikmati proses matahari terbenam di bawah garis cakrawala di sebelah barat.

Di lokasi ini juga terdapat peninggalan sejarah Jepang di Yogyakarta pada masa Perang Dunia II yang diberi nama Goa Jepang. Goa (bunker) ini dibangun di atas tebing di daerah Pundong pada tahun 1942-1945 dan berfungsi sebagai tempat pertahanan sekaligus pengintaian musuh yang datang dari pantai selatan.

“Pemandangannya sangat bagus, bisa melihat pantai selatan dan hamparan persawahan yang hijau dari atas bukit. Hanya saja, perlu perjuangan untuk sampai lokasi ini, jalannya menanjak dan masih sempit,” ujar Rahajeng, salah satu pengunjung asal Sleman, dijumpai Sabtu (18/2) petang.

Untuk menuju lokasi puncak Kayangan Surocolo dapat melalui rute Jalan Parangtritis, usai Jembatan  Sungai Opak langsung belok ke arah kiri menuju jalan alternatif Parangtritis-Siluk. Ikuti papan petunjuk arah menuju Goa Jepang Pundong dimana satu akses jalan dengan Sendang Surocolo dan Goa Sunan Mas.

Setelah memasuki kawasan Goa Jepang Pundong ikuti jalan beraspal hingga melewati area goa tertinggi dimana terdapat bangunan gasebo di puncaknya. Menurut warga setempat, puncak Kayangan sering diartikan sebagai tempat yang tinggi dimana jaman dulu dimitoskan sebagai tempat tinggal para dewa.

“Nama puncak Kayangan sudah ada sejak jaman simbah-simbah dulu. Kita generasi muda hanya melestarikan dan mengembangkan potensi wisata yang ada,” ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Surocolo, Rutijo.

Usai menikmati sunsite di atas puncak kayangan pengunjung dapat menikmati anek sajian kuliner yang berada di komplek Sendang Surocolo. Selain sajian “sego sangit sambel kopi” di obyek ini juga menyajikan “wedang ereng-ereng” yang diracik dari paduan aneka rempah-rempah. Suasana penat pun hilang terobati dengan pemandangan indah di puncak Kayangan dan sajian kuliner unik di Surocolo.

Categorised in: ,

No comment for PHRI Yogyakarta Gelar Fashion Show di Puncak Khayangan Surocolo Bantul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *