Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu Click to open Menus
Home » AGENDA » Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2017 Berlangsung Selama Dua Minggu

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2017 Berlangsung Selama Dua Minggu

(1034 Views) January 31, 2017 11:37 am | Published by | No comment

DutaWisata.Co.Id, Yogyakarta – Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta pada tahun ini akan digelar pada tanggal 5 sampai 11 Februari 2017. Bagi panitia Pekan Budaya, dua pekan barangkali waktu yang semakin singkat untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Bagi kita para penikmat keberagaman budaya dan seni, waktu dua minggu merupakan waktu yang leluasa untuk mengatur jadwal dan mempersiapkan perjalanan bagi yang tinggal cukup jauh dari Kota Yogyakarta.  Berbeda dengan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) sebelumnya, PBTY ke-12 tahun 2017 ini mempunyai rentang waktu yang lebih lama.

Bila sebelum-sebelumnya mengambil satu pekan atau lima hari, kali ini PBTY diselenggarakan selama satu minggu penuh atau tujuh hari. Ini makin memberikan pengunjung keleluasaan untuk memilih pada tanggal berapa atau hari yang mana mereka akan menikmati parade seni dan budaya Tionghoa. Namun bagi yang ingin menikmati parade dan karnaval harap dicatat bahwa ini akan digelar pada pembukaan Pekan Budaya pada tanggal 5 Februari 2017, bukan pada penutupan acara sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. PBTY ke-12 kali ini mengambil tempat di Kampung Ketandan. Tempat yang sama sejak PBTY pertama kali diselenggarakan. Untuk diketahui, pemilihan Kampung Ketandan ini bukan tanpa alasan. Perkampungan yang mempunyai sejarah panjang ini tercatat pada sekitar tahun 1780 masehi merupakan daerah tempat tinggal Tan Jin Xing. Ia merupakan tokoh yang saat itu dikenal berpengaruh dan dihormati.

“Ini tahun ke-12. Temanya pelangi budaya. Karena setiap tahunnya kita menampilkan budaya Nusantara dari Bima, Kalimantan, Sulawesi dan irian secara bergantian. Selama tujuh hari ini dan semua provinsi yang punya asrama di Yogyakarta, bisa kita tampilkan. Selain itu juga budaya dari Tiongkok seperti HAKA dan PITI mengeluarkan berbagai budaya mereka,” tutur Tri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta berharap PBTY 2017 meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Sebab, beberapa peserta berasal dari luar Kota. PBTY, kata dia, juga mampu menaikkan jumlah kunjungan wisatawan dan lamanya tinggal di Yogyakarta. Apalagi, Februari terbilang bulan dengan kunjungan wisatawan yang sedikit.”Kemarin Sultan minta tujuh hari dengan segala konsekuensi. Ada bazar dan ada kuliner. Ini merupakan satu kalender wisata yang ada di bulan bulan Februari. Atraksi seni budaya biasanya setelah Maret justru ini mendukung low season,” kata Aris.

Ketua II Panitia PBTY 2017 Jimmy Sutanto  mengatakan, penambahan dua hari menjadi  sepekan penyelenggaraan ini merupakan hasil usulan atau himbauan dari Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X.

Meski kegiatan ini untuk memperingati Hari Raya Imlek dan budaya Cap Go Meh, setiap tahun PBTY selalu menampilkan ragam budaya dari nusantara. Demikian halnya tahun ini, dengan tema Pelangi Budaya Nusantara. Tema ini ingin menegaskan inklusivitas acara ini, bahwa PBTY bukan hanya milik para keturunan Tionghoa saja melainkan untuk semua masyarakat Indonesia.

Menurut Jimmy, fakta ini memang harus diakui. Sebab pada praktiknya, di setiap kegiatan yang digelar selalu diisi ragam budaya dari daerah- daerah di Indonesia mulai Aceh sampai Papua. Bukan hanya menampilkan produk budaya Tionghoa dan produk budaya akulturasinya. Bahkan tahun ini rencananya juga akan dimeriahkan penampilan tari-tarian dari India dan Jepang.

Satu lagi yang akan membedakan kegiatan mul-tikultur di tahunnya yang ke 12 ini, yakni parade dan karnaval akan disuguhkan panitia pada saat pembukaan PBTY XII, yakni pada 5 Februari.

”Karnaval akan menampilkan 6 terbaik dari  Jogja Dragon Festival III serta barongsai, tarian shio ayam, tari kolosal gedruk, drumband, naga batik raksasa, naga LED, naga transparan, dan akan  diikuti ratusan peserta yang menampilkan kostum budaya nusantara dari 34 provinsi,’’ paparnya.

Koordinator Pelaksana PBTU 2017 Bekti  menambahkan Kampoeng Ketandan tidak akan dibiarkan sepi.  Panitia telah menyiapkan banyak sekali penampilan  menarik untuk menghibur para pengunjung. Antara lain  kuliner nusantara, panggung utama Ketandan, panggung hiburan, lomba Hanyu Qiao 2017, lomba bahasa  Mandarin dan sebagainya.

Categorised in: , ,

No comment for Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2017 Berlangsung Selama Dua Minggu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *